01 June 2013

Balikpapan Jazz Fiesta Day #1

Cozy.....! Itulah kesan yang sangat kental terasa dalam gelaran Balikpapan Jazz Fiesta 2013 hari pertama, 31 Mei 2013. Balikpapan Jazz Fiesta sendiri merupakan festival jazz pertama yang diselenggarakan di Balikpapan. Untuk kawasan Kalimantan Timur, ini adalah festival jazz yang ke-dua setelah sukses digelar di Samarinda dengan label Mahakam Jazz Festival setahun yang lalu.

Agus Setiawan Basuni, Festival Director dari Jalamaya Production (initiated by Warta Jazz) mengatakan dalam interview program C Radio Jazz Corner di C Radio 94.6 FM Balikpapan (30/5/2013) bahwa Balikpapan Jazz Fiesta dapat diakatakan sebagai proyek idealis. Pertama, menumbuhkembangkan potensi musisi berbakat di Balikpapan. Ini karena melihat banyaknya potensi musisi-musisi jazz Balikpapan, sehingga diaharapkan akan muncul band-band jazz baru di masa yang akan datang.

Kedua, Balikpapan Jazz Fiesta akan memberikan agenda wisata dengan geliat positif yang bisa ditimbulkannya. Terbukti, pada gelaran hari pertama, Balikpapan Jazz Fiesta mampu mendatangkan animo jazz lovers dari luar daerah yang datang ke acara ini. Misalnya ada audience yang datang dari Jakarta, Surabaya, bahkan Padang.

Yang menarik dari Balikpapan Jazz Fiesta 2013 adalah venue di Pantai Kemala Balikpapan. Menarik karena stage benar-benar berdiri di tepi pantai, tepat di atas pasirnya. Dan menurut Agus Setiawan Basuni ini yang pertama kali di Indonesia.

Sistem koordinasi dan mekanisme administrasinya juga menggunakan sistem yang baru pertama kali diaplikasikan dalam dunia showbiz seperti ini. Tanpa tiket sama sekali. Jazz lovers yang akan datang hanya perlu mendaftar invitation di www.balikpapanjazzfiesta.com dan selanjutnya by email secara otomatis akan mendapatkan unique ID yang harus ditunjukkan di pintu masuk. Unique ID ini akan berlaku juga di festival-festival jazz selanjutnya di Balikpapan.

Gelaran hari pertama (31 Mei 2013) sebelum dibuka oleh Walikota Balikpapan H. Rizal Efendi, SE, Balikpapan Jazz Fiesta didahuli dengan penampilan band-band jazz Kalimantan Timur yang sangat potensial. Seperti Soulace yang memainkan komposisi dengan beat-beat groovy, atau Second Rise, De Cress, Archipelago serta Bodhisatvva yang menghentak lewat cover version dari Toto seperti Africa dan Rosanna.
Bodhysatvva


Dalam sambutan pembukaan, Walikota Balikpapan H. Rizal Effendi, SE menyatakan sangat apresiate dengan penyelenggaraan Balikpapan Jazz Fiesta 2013. Diharapkan, acara ini akan dijadikan agenda rutin di Balikpapan. bahkan Walikota menjanjikan, "Jika Kota Balikpapan mendapatkan Adipura Kencana tanggal 10 Juni nanti, maka kita akan pesta jazz."

Semakin malam, jazz lovers yang datang ke Balikpapan Jazz Fiesta di Kemala Beach semakin membeludak. Secara khusus, pengunjung yang datang terlebih dahulu akan berkesempatan duduk di table yang dikemas ala candle light diner. 

Perform pertama kali sebagai penampil utama, Dony Suhendra Power Fusion Trio. Siapalah jazz lovers yang tidak kenal dengan gitaris senior yang satu ini. Namanya sempat mewarnai band yang digawangi oleh Indra Lesmana, Krakatau. Kematangan bermusiknya dalam jazz seperti menjadi sebuah "kebijaksanaan luhur" yang menyejukkan jazz lovers.

Dony Suhendra Power Fusion Trio
Dony Suhendra Power Fusion Trio diperkuat oleh "bassist seribu band" Adi Dharmawan. Adi adalah musisi jazz yang berkarakter kuat, dengan kepala yang selalu plontos dan selalu mengenakan pakaian bawahan seperti sarung berwarna hitam polos. Jangan tanya soal skill. Adi Dharmawan memiliki skill yang cukup mumpuni dan berkarakter kuat. Di beberapa penampilannya yang lain dalam Ligro Trio (grupnya bersama Agam Hamzah dan Gusti Hendy) Adi kerap menyenandungkan nada etnis melalui suaranya, magis dan bernuansa world music.

M. Iqbal on Solo Drum
Lalu drummer Dony Suhendra Power Fusion Trio, M. Iqbal. Dia tak kalah mendapatkan applause dari penonton. Terlebih ketika berkesempatan untuk solo drum. Dony Suhendra secara khusus mengomentari M. Iqbal, putra Samarindra kelahiran Tenggarong sebagai drummer potensial dan sangat berbakat. M. Iqbal sempat menjadi drummer tamu dari Emerald dalam gelaran Jak Jazz Festival 2012, kemudian menjadi drummer Trisum (bersama Dewa Budjana, Tohpati dan Balawan). Sesuatu yang membanggakan sekaligus menginspirasi musisi-musisi muda Balikpapan untuk berkarya lebih baik lagi.

Mereka bertiga, selain memainkan komposisi-komposisi mereka sendiri, juga sempat memainkan komposisi dari Chick Corea.

Barry Likumahuwa Project (BLP)
Performer berikutnya adalah Barry Likumahuwa
Project (BLP) dengan front man Barry Likumahuwa yang dinamis dengan permainan bass yang telah membawa banyak prestasi bahkan di kancah internasional. Putra musisi legendaris Benny Likumahuwa ini lebih suka band-nya ini dipanggil dengan BLP, karena menurutnya ini adalah performa secara tim bersama dengan rekan-rekannya seperti Dennis Junio (alto sax) yang sering menjadi scream maker, juga Ray Monte yang bertindak sebagai vokalis.

Benny Likumahiwa in collaboration with BLP
Di tengah penampilan BLP, hadir secara mengesankan, ayah dari Barry Likumahuwa, Benny Likumahuwa legenda jazz yang multi instrumentalis tetapi kerap memainkan trombone dan flute. Seperti yang disajikan dalam kolaborasinya dengan BLP, Benny Likumahuwa meniup trombone dengan beberapa komposisi. Bahka secara dramatis, Benny Likumahuwa melepas horn dari trombone-ya lalu tetap memainkannya. Tidak cukup sampai di situ, dia juga lalu melepas mouthpiece. Maka nada-nada keluar hanya dari mouthpiece yang ditiupnya. Kemudian, tanpa mouthpiece, Benny Likumahuwa ber-scat singing. Luar Biasa.

Kebanggaan jelas terlihat dari Benny Likumahuwa ketika menceritakan bagaimana anaknya (Barry Likumahuwa) semenjak kecil diperkenalkan terhadap musik, lalu kini memilih bass sebagai instrument-nya. Kebanggan itu juga tercermin dalam salah satu komposisi yang mereka bawakan, "Like Father Like Son.

Kembali tampil berkolaborasi dengan BLP, Monita Tahalea. Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini menjadi yang paling cantik di atas panggung Balikpapan Jazz Fiesta 2013. Memang, penyanyi berdarah Ambon - Austria - Manado ini menjadi satu-satunya performer wanita selain band-band pembuka.
Monita Tahalea with BLP


Tiga lagu dilantunkannya dengan menyentuh bersama dengan BLP. Sebagian diambil dari single yang telah dibuatnya, seperti "I Love You" dan "Untukmu"

Terakhir, tentu saja hentakan BLP menuntaskan acara dengan sentuhan funk dan improvisasi dari masing-masing personelnya. Komunikasi dengan penonton secara dialog verbal dan secara musikalitas mampu mencairkan suasana menjadi semakin asyik. Inilah yang kemudian jazz mulai disukai anak-anak muda.

Satu kata: KOMPLET! Gelaran Balikpapan Jazz Fiesta malam pertama ini cukup mengakomodir semua range usia, mulai anak muda, dewasa sampai yang veteran. Apresiasi yang tinggi kepada Warta Jazz, Jalamaya Production, Djarum Super Mild, media partner (di antaranya C Radio 94.6 FM Balikpapan), juga Balikpapan Jazz Lovers serta penonton yang sudah menyaksikan Balikpapan Jazz Fiesta dengan enjoy dan tertib.

Kita akan guncang malam ke-dua Balikpapan Jazz Fiesta 2013. Masih ada performance dari para musisi yang tampil di malam pertama. Tentu saja dengan dilengkapi penampilan dari Rio Sidik, trumpeter asal Bali yang telah memiliki sekain banyak pengalaman manggung di banyak festival seperti Java Jazz Festival, Asean Jazz Festival di Batam dan Penang Jazz Festival di Malaysia, Jarasum Jazz Festival di Korea hingga Afrika Selatan. Serta bersama kelompok Saharadja, ia kerap berkeliling dunia.  

Malam ke-dua nanti akan ditutup dengan penampilan Gugun Blues Shelter. Band blues yang juga telah bentak mengharumkan nama Indonesia di kancah musik internasional. 

Sampai jumpa nanti malam di pantai Kemala Balikpapan dalam Balikpapan Jazz Fiesta 2013 hari ke-dua.

written by Reza Ahmad (Host C Radio Jazz Corner - 94.6 FM C Radio Balikpapan)
 

No comments:

Post a Comment